Tulisan ini melampiaskan rasa sesalku, bagaimana tidak.
Beberapa bulan yang lalu aku terkejut membaca sebuah berita dijejaringan sosial, tentang seorang gadis kecil berusia 15 tahun, yang sanggup membuat Ibunya menangis dan memohon ampun kepada anaknya, disebuah mall didepan banyak orang, sang anak memaki Ibunya karena tidak pernah sanggup membelikan anaknya I-phone.
Ada apa dengan zaman?
Hanya karena malu memakai handphone butut yang hanya bernada dering "tut..tut..tut" layaknya kereta api, seorang anak mampu membuat Ibunya meminta ampun.
Ironis sekali zaman..
Aku jadi flashback kemasa kecilku, dimana pada saat itu aku belum mengenal I-phone. Dulu, lama sekali...
Saat itu aku hanya menggunakan dua kaleng susu bekas yang kusambungkan dengan benang yang panjangnya kira-kira 1 meter.
Percayakan, dulu aku mendapatkan kaleng bekas bukan hasil memaki ibuku, bukan hasil membuat malu ibuku.
Percayalah, dulu aku sangat bahagia memiliki mainan dari kaleng bekas tersebut.
Dulu aku tertawa dengan benda tersebut..
Tapi sekarang, aku sama sekali tidak pernah melihat anak kecil memainkan mainan dari kaleng tersebut.
Aku hanya sering melihat anak kecil bermain telepon berlayar besar yang kuketahui disebut tablet.
KEMBALI ketopik awal..
Sosok anak dan seorang Ibu.
Ibu bukan penjahat.
Ibu tidak pernah pelit.
Ibu itu sengaja Tuhan ciptakan untuk kita semua sebagai Malaikat tanpa sayap yang akan selalu menyayangi kita hingga akhir nafas beliau.
1001x pun kesalahan kita, Percayalah Ibu tidak akan pernah membenci anaknya..
Sosok Ibu itu terpenting buat kita.
Yakinlah, tanpa kita sadari setiap malam ibu pasti menangis menyesali perbuatan anaknya. Setiap malam Ibu pasti berdoa agar Tuhan memaafkan sikap anaknya.
Pernahkah terbesit satu pemikiran dalam hati kita untuk mengucapkan kata TERIMA KASIH kepada sosok malaikat tanpa sayap tersebut?
Aku yakin, kita hanya mementingkan ego dan sanggup menahan malu jika harus mengatakan Terima kasih.
- 9 bulan ibu merawatmu dalam perutnya.
- Mempertaruhkan nyawa untuk melihatmu didunia ini.
- 2 tahun ibu merawat dan memberikan asi.
- sejak itu hingga hari ini,
Hingga kamu bisa mengenal dunia ini.
Hingga kamu bisa sepintar sekarang ini.
Hingga kamu bisa bahagia didalam hidipmu.
Percayalah,
Dibalik itu semua, ada satu sosok ibu terhebat dalam hidup kita.
Ibu terhebat yang tidak pernah berhenti memikirkan cara bagaimana agar kita bahagia.
Coba sekali saja ucapkan "Terima kasih ibu"
Percayalah hati ibumu akan bahagia.
NB: JANGAN PERNAH SEKALIPUN MEMBUAT HATI IBUMU TERLUKA LEBIH SAKIT DARI GORESAN PISAU.
JANGAN PERNAH LUPAKAN SATU PENGORBANAN PUN TENTANG IBUMU.
Penulis :
Kinanti Sekar Kinasih

Tidak ada komentar:
Posting Komentar